Jumat, 16 Desember 2011

Cinta dan Ketulusan

    Di samping berunsur kebebasan dan keindahan, cinta juga bermuatan ketulusan. Ketulusan disini berarti tidak berpamrih, tujuan, cita0cita atau keinginan tertentu selain atau dibalik cinta yang diterima atau diberikan. Cinta yang tulus dan tanpa pamrih ini harus diakui sering dipandang sebelah mata, ditertawakan atau disikapi secara sinis oleh banyak orang.Memang tidak mudah menjelaskan ketulusan ini di tengah zaman dimana kalkulasi rasional dan pola pikir serba meterial mendominasi hampir seluruh bidang kehidupan manusia.

    Untuk mengetahui apakah seseorang mencintai sesuatu atau tidak,John Powell-Mahaguru Universitas Loyola Chicago Amerika Serikat,menyatakan bahwa sesorang harus bertanya dulu pada dirinya sendiri "Apakah saya sungguh-sungguh melupakan diriku sendiri ?". Maksudnya,sebelum memberikan cinta kepada orang lain atau kepada objek lain, hal pertama yang harus dilakukan adalah melenyapkan pamrih tertentu atau keinginan tertentu yang diharapkan akan bisa didapatkan dari pemberian cinta itu. Cinta adalah ketulusan, tak butuh apa-apa selain kebutuhan akan cinta itu sendiri.

Loves gives naught but itself and takes naught but from itself
Loves possesses not nor would be it be possessed
For love sufficient unto love
( Cinta tidak memberikan apa-apa kecuali hanya dirinya
Cinta pun tidak mengambil apa-apa kecuali dari dari dirinya
Cinta tidak memiliki ataupun dimiliki karena cinta telah cukup untuk cinta )

    Ketulusan dan ketiadaan pamrih dalam cinta ini banyak dianggap orang sebagai inti utama dari cinta, disamping juga sebagai sesuatu yang paling sulit diwujudkan. Sebagian besar cinta yang diberikan orang dilandaskan kepada pamrih atau lainnya. Paling tidak, orang yang memberikan cinta biasanya mengaharapkan balasan cinta yang serupa atau kesenangan yang serupa kepada yang dicintainya. Egoisme semacam inilah yang sering menjadi penyakit dalam dunia cinta.

Cinta hanya mengajarkan aku untuk melindungimu, bahkan dari diriku sendiri.
Adalah cinta, yang bebas dari api, yang menahanku dari mengikutimu pergi ke
tempat jauh. Cinta membunuh hasratku sehingga engkau bisa hidup bebas dan benar.
Cinta yang terbatas mencari kepemilikan dari orang yang dicintai,
namun cinta yang tak terbatas hanya mencari dirinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar