Sabtu, 17 Desember 2011

Buah untuk Kecantikan

Yang Maha Kuasa menganugerahkan buah di alam raya untuk kebaikan umat-Nya. Selain menyehatkan, buah juga bagus untuk kecantikan. Simak riset pakar berikut !!

PISANG

      Buah yang sangat mudah didapat ini sangat berkhasiat bagi kesehatan dan kecantikan. Air (75%), protein (1,3%), lemak (0,6%), karbohidrat dan potassiumnya (o,24%) dapat melindungi dari penyakit demam, gangguan pencernaan, kejang dan sembelit. Vitamin B6-nya memerangi unsur kimia dari protein dan asam amino, menjaga fungsi otak, meningkatkan produksi sel darah merah, menjaga keseimbangan dalam cairan tubuh, membangkitkan energi, tahan terhadap stres, mengatasi anemia, membentuk sel dan otot, serta menyembuhkan gangguan jantung. Dengan tubuh sehat, Anda pun cantik.


DELIMA
       Buah ini mengandung potassium dan aneka mineral seperti fosfor, kalsium, zat besi, sodium, dan vitamin A, B1, B2, B3, serta C. Khasiatnya mengatur keseimbangan air dalam tubuh, menjaga degupan jantung tetap normal, memelihara kepekaan saraf dan otot, mencegah penimbunan air dalam tubuh, menurunkan kadar gula dalam darah serta menghilangkan rasa letih pada otot. Anda pun jadi lebih berenergi dan jantung lebih kuat. 

ANGGUR
        Tinggi kandungan vitamin, bahan metalik, sekitar 20-25% gula yang cepat dan mudah diserap tubuh. Karena itu disarankan mengonsumsi anggur untuk menghilangkan penat, menghapuskan anemia, menyehatkan liver, ginjal dan sistem pencernaan. Anggur akan mengeluarkan sisa air berlebih sehingga tekanan darah turun. Bagus untuk atasi sariawan usus, migrain, aneka radang, rematik, keracunan, menguatkan organ jantung, dan melancarkan produksi ASI serta mencegah kanker kulit.


Jumat, 16 Desember 2011

Cinta dan Ketulusan

    Di samping berunsur kebebasan dan keindahan, cinta juga bermuatan ketulusan. Ketulusan disini berarti tidak berpamrih, tujuan, cita0cita atau keinginan tertentu selain atau dibalik cinta yang diterima atau diberikan. Cinta yang tulus dan tanpa pamrih ini harus diakui sering dipandang sebelah mata, ditertawakan atau disikapi secara sinis oleh banyak orang.Memang tidak mudah menjelaskan ketulusan ini di tengah zaman dimana kalkulasi rasional dan pola pikir serba meterial mendominasi hampir seluruh bidang kehidupan manusia.

    Untuk mengetahui apakah seseorang mencintai sesuatu atau tidak,John Powell-Mahaguru Universitas Loyola Chicago Amerika Serikat,menyatakan bahwa sesorang harus bertanya dulu pada dirinya sendiri "Apakah saya sungguh-sungguh melupakan diriku sendiri ?". Maksudnya,sebelum memberikan cinta kepada orang lain atau kepada objek lain, hal pertama yang harus dilakukan adalah melenyapkan pamrih tertentu atau keinginan tertentu yang diharapkan akan bisa didapatkan dari pemberian cinta itu. Cinta adalah ketulusan, tak butuh apa-apa selain kebutuhan akan cinta itu sendiri.

Loves gives naught but itself and takes naught but from itself
Loves possesses not nor would be it be possessed
For love sufficient unto love
( Cinta tidak memberikan apa-apa kecuali hanya dirinya
Cinta pun tidak mengambil apa-apa kecuali dari dari dirinya
Cinta tidak memiliki ataupun dimiliki karena cinta telah cukup untuk cinta )

    Ketulusan dan ketiadaan pamrih dalam cinta ini banyak dianggap orang sebagai inti utama dari cinta, disamping juga sebagai sesuatu yang paling sulit diwujudkan. Sebagian besar cinta yang diberikan orang dilandaskan kepada pamrih atau lainnya. Paling tidak, orang yang memberikan cinta biasanya mengaharapkan balasan cinta yang serupa atau kesenangan yang serupa kepada yang dicintainya. Egoisme semacam inilah yang sering menjadi penyakit dalam dunia cinta.

Cinta hanya mengajarkan aku untuk melindungimu, bahkan dari diriku sendiri.
Adalah cinta, yang bebas dari api, yang menahanku dari mengikutimu pergi ke
tempat jauh. Cinta membunuh hasratku sehingga engkau bisa hidup bebas dan benar.
Cinta yang terbatas mencari kepemilikan dari orang yang dicintai,
namun cinta yang tak terbatas hanya mencari dirinya.

Cinta dan Keindahan

    Hubungan cinta dengan keindahan adalah ibarat pohon dengan buah atau bunganya. Keindahan inilah yang menakjubkan para pecinta dan menjadi gerbang baginya untuk memasuki dunia cinta. Keindahan dalam cinta inilah yang membuat cinta lebih cenderung berada dalam wilayah hati dan perasaan serta memiliki karakter yang subjektif. 

    Kisah-kisah tentang keindahan yang menjadi gerbang bagi seseorang sekaligus melambangkan bermekaran bunga-bunga cinta dalam diri seseorang, banyak dijumpai dalam kisah-kisah yang tersebar dari mulut ke mulut maupun dari tulisan ke tulisan. Orang mungkin masih ingat betapa seorang pemuda bernama Qays terpesona oleh kecantikan seorang gadis bernama Laila sehingga ia bertingkah seperti orang gila dan di beri gelar Al-Majnun ( Si Gila ). Konon dalam satu kesempatan Si Qays ini, karena sangat rindunya kepada Laila dan ingin menikmati keindahan wajah Laila, sementara ia tidak bisa mendekati kediaman Laila, maka Si Majnun ini rela untuk berjalan merangkak diantara domba-domba yang lewat di depan rumah Laila hanya untuk melihat wajah Laila.
Dalam Al-Quran termaktub pula kisah wanita-wanita bangsawan Mesir yang tanpa sadar mengiris tangan mereka sendiri saat terpesona melihat ketampanan Nabi Yusuf ; mereka mendesah dan berbisik "Masyaallah,orang ini pasti bukan manusia namun malaikat yang mulia".

And beauty is not need but an ectassy
It is not mouth thirsting nor an empty hand stretched
But rather a heart inflamed and soul enchanted
( Dan keindahan bukannya kebutukan namun satu keterpesonaan
Ia bukan mulut yang dahaga atau tangan yang terjulur hampa
Namun hati yang terbakar menyala dan jiwa yang terpesona )


    Kodrat manusia akan selalu mendambakan sesuatu yang baik, yang sangat menyempurnakan kemanusiaannya. Disadari atau tidak setiap manusia tidak senang terhadap sesuatu yang jorok, tidak baik, dan yang dapat merendahkan martabatnya. Karena itu, "keindahan" bagi manusia sebenarnya tidah hanya menjadi suatu harapan, melainkan sesuatu yang harus diusahakan adanya.

Kamis, 15 Desember 2011

Kenapa Perlu Membatasi Asupan Daging ?

Daging memang diketahui mengandung protein hewani yang dibutuhkan oleh tubuh.Tapi sebaiknya jangan terlalu sering mengkonsumsi daging.
Studi yang dilakukan oleh Harvard School of Public Health (HSPH) menemukan hubungan yang kuat antara daging merah dan peningkatan resiko diabetes,terutama daging yang sudah diproses. Penelitian yang dipimpin oleh An Pan, peneliti Departemen Gizi HSDP menunjukan bahwa mengganti daging merah dengan protein sehat, seperti susu rendah lemak, kacang, atau biji-bijian, secara signifikan dapat menurunkan resiko.
Para peneliti menyarankan masyarakat untuk maminimalkan konsumsi olahan daging merah seperti hot dog, bacon dan sosis karena mengandung kadar natrium dan nitrit yang tinggi.Serta menggantinya dengan pilihan lain yang lebih sehat seperti kacang-kacangan. biji-bijian, produk susu rendah lemak atau ikan.